Rabu, 01 Juni 2011

Refleksi Pendidikan Moral

Refleksi Pendidikan Moral dengan Ujian Nasional dan Tujuan Pendidikan Nasional
“Didiklah muridmu untuk mencari nilai suatu hikmah dalam dirinya daripada mendidik muridmu untuk mencari nilai suatu mata pelajaran”
(Ridwan setiawan)

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan istilah ujian nasional yang sering membuat kita stress dibuatnya, dengan standar nilai yang sering naik tiap tahun dan sistem pelaksanaan yang berbeda di setiap pelaksanaanya,banyak siswa yang membela-belakan untuk bimbel dan private disuatu lembaga dengan upaya nilai ujiannya bisa sampai target yang telah ditentukan oleh pemerintah. Dengan dilaksanakan ujian nasional pula akan menambah popularitas lembaga pendidikan maupun sekolah, sehingga orang tua akan mengupayakan anaknya untuk masukan anaknya kepada lembaga pendidikan maupun sekolah yang siswanya akan dijamin lulus 100% jika memasukan lembaga dan sekolah tersebut, banyak manfaat yang dapat diambil dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) ini baik dari segi pembelajaran disekolah maupun dari pendapatan materi para lembaga kursus dan bimbingan belajar (Bimbel).
Sering kita mendengar dari pelaksanaan ujian nasional (UN) baik dari media masa maupun dari pengakuan dari berbagai pihak dalam pelaksanaan ujian nasional ini yang “menghalalkan” segala cara untuk mengluluskann anak didiknya, berbagai cara seperti penjokian ujian nasional, membeli jawaban atau soal atau pun dibentuk tim Sukses yang berguna sebagai tim yang akan mengsukseskan kepada rencana , ketidakadilan dalam proses penglulusan yang hanya ditentukan oleh mata pelajaran tertentu dengan jangka waktu yang relative sedikit  yang jadi sebab terjadinya ketidak percaya dirian lembaga pendidikan dengan proses mengajar pembelajaranya, sehingga mereka membuat suatu rencana yang bertujuan untuk menjaga nama baik sekolahnya guna mempertahankan akreditasi sekolahnya, memang tujuan mereka mulia untuk bisa mengluluskan para anak didiknya tapi mereka tidak berpikir bagaiman beban yang akan dipikul para siswa tersebut dengan nilai yang mereka.
Kita akan menrefleksikan tujuan pendidikan dengan pelaksanaan ujian nasional, apakah sesuai dengan dilaksananakan ujian nasional dengan tercapainya tujuan pendidikan negeri ini, tujuan pendidikan Indonesia dalam Undang-undang RI No 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional Bab II dasar,fungsi dan tujuan dalam pasal 3 menyatakan bahwa “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga yang demokratis  serta bertanggung jawab”, dengan tujuan pendidikan yang begitu terperinci sampai kepada pendidikan moral pun dicantungkan ke pada undang-undang ini, yang mana dalam tujuan pendidikan mengarahkan kepada siswa untuk sesuai dengan tujuan dari pemerintah, apakah dengan ujian nasional bisa terlaksana kepada tujuan itu?dasar nilai seperti apa yang bisa menentukan bahwa siswa bisa dikatakan beriman kepada tuhan dan berahlaq mulia, ini bisa dijawab jika dalam proses pembelajaran kita sesuai dengan tujuan pendidikan nasional,  hal ini berbanding lurus dengan firman allah “ Allah akan mengangkat (derjat ) orang-orang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah maha teliti apa yang kamu kerjakan (Qs Al-muajadalah : 11). Ini merupakan refleksi, karena dalam tujuan pendidikan nasional ini sebenarnya sudah terangkum dalam pelaksanaan ujian nasional yang sebenarnya, bahwa dalam pelaksanaan yang benar, dan jujur secara selangsung sudah mencangkup kepada poin-poin tujuan pendidikan, seperti contoh orang yang bertakwa dan berahlaq mulia tidak akan pernah menyontek walaupun gurunya yang menyuruh untuk menyontek pada saat ujian nasional,jika memang dalam proses pembelajaran selama disekolah sudah ditanami rasa beriman dan bertakwa maka secara langsung akan memupuk dalam diri dan jiwa siswa itu sendiri untuk selalu berlaku yang mulia, kita bisa melihat masa depan seseorang dengan bagaimana cara orang itu bertahan, apa mereka dengan berlaku baik atau curang.
Setelah kita tinjau dari tujuan pendidikan nasional, jika memang tujuan pendidikan nasional menurut UU sistem pendidikan nasional pasal 3 telah terlaksana maka akan terjadi suatu persamaan yang liner dengan dalil dari Qs Al-mujadalah ayat 11, tapi bagaimana mengupayakan sehingga sampai kepada tujuan ini, pendidikan moral lah yang perlu kita tanamkan dalam proses pembelajaran,  lalu dikembangkan oleh guru dan dikemas semenarik mungkin sehingga dapat tersalurkan kepada siswa, karena dengan pendidikan moralah akan secara tidak langsung menghantarkan kepada tujuan pendidikan nasional yang berdasarkan ketuhanan yang maha Esa, karena kebanyakan guru mengajarkan peserta didik untuk mencari nilai bukan mengajarkan untuk mencari hikmah dari pembelajaran,  sehingga niat dari siswa  adalah untuk mencari nilai, pastinya dengan hilangnya moral kepada siswa  maka mereka pun akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai. Maka sebelum mengajarkan pendidikan moral kepada siswa perlu ditekannka kepada guru untuk berperan sebagaimana peran guru yang sebenarnya, tidak lucu jika guru mengajarkan pendidikan moral kepada siswa tetapi gurunya masih belum bisa memberikan contoh yang benar bagi siswanya, peran guru oleh Drs. Moh. Uzer Usman dalam buku menjadi Guru professional antara lain peran guru adalah pencari teladan, yaitu yang senantiasa mencarikan teladan yang baik untuk siswa bukan untuk seluruh masyarakat, guru menjadi ukuran bagi norma-norma tingkah laku.
Dengan naiknya standarnya kelulusan, itu tidaklah sulit jika kemampuan ngajar para guru ditingkatkan, Karena jika seorang guru yang benar dalam mengajarkan kepada siswanya dengan benar. Maka  mau standar nasional berapa pun dan yang buat soal dari siapa pun jika gurunya yakin dan percaya dengan apa yang dia sampaikan selama proses pembelajaran baik materi maupun moral akan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada siswa untuk mengerjakan soal yang diberikan dan didasari pendidikan moral siswa maupun gurunya tidak akan berbuat curang, maka yang perlu dilakukan oleh sekolah-sekolah untuk menyiapkan ujian nasional yang berdasarkan tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan proses belajar dan pembelajaran dengan lebih semangat bukan dalam menghadapi ujian nasional menyibukan diri untuk mencari strategi untuk meluluskan siswanya dengan cara yang dilarang,  “apakah allah akan meridoi kita jika kita ingin berbuat baik kepada orang lain sedangkan perbuatan yang kita lakukan itu tidak disukai oleh allah?” allahualam,,,

Daftar pustaka
UU sistem pendidikan nasional no 23 tahun 2003.
QS Al-Mujadalah ayat 11 ( siti nurhanifah )
Perkuliahan matkul evaluasi pembelajaran semester IV : Hj Nunung sobarningsih M.Pd.
Perkuliahan matkul kapita selekta matematika SMA semester IV : Drs.H Zenal saepul.
Moh. Uzer Usman, 1995, menjadi guru professional, Bandung:Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar